PesanMalaikat Jibril Kepada Kita Umat Akhir Zaman Baca lagi di : MisteriAkhir Zaman Selasa, 25 September 2012. Isi Percakapan Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar dan Cacing Read Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah Pesanmalaikat Jibril as kepada nabi Muhammad Saw dan para umat muslimAssalamualaikum warahmatullahi wa barokatu.Semoga dengan konten ini kita bisa men Cintailah apa yang kau cintai dengan sewajarnya, sebab sesungguhnya suatu ketika yang kamu cintai itu akan meninggalkanmu.' Begitulah salah satu pes . Allah SWT menciptakan beragam makhluk di alam semesta ini sudah pasti ada tujuannya. Ibarat dalam bahasa dunia industri, Allah SWT adalah sebagai produsen. Dan kita sebagai manusia adalah produk yang diciptakan Allah SWT. Setiap produk dalam dunia industri sudah pasti ada tujuan penciptaannya. Tak terkecuali kita sebagai hamba dan produk Allah SWT diciptakan tidak lain tidak bukan adalah untuk menyembah dan beribadah kepada - Nya. Tidak hanya manusia, malaikat sebagai makhluk dengan ketaatan tertinggi juga memiliki tujuan penciptaannya. Sebagai salah satu malaikat yang mengabdi kepada Sang Penciptanya. Malaikat Jibril memiliki peran sebagai perantara Allah SWT dalam menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. Peran ini sungguh sangat mulia, sehingga dalam hal ini Malaikat Jibril memiliki keistimewaan yang lebih daripada malaikat malaikat lainnya. Dalam suatu hadis Rasulullah SAW, disampaikan ada tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Apa saja itu? Diriwayatkan oleh Imam Ath Tabrani, Rasulullah SAW menyampaikan tentang tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Pesan yang disampaikan Malaikat Jibril memiliki indikasi sebagai bentuk peringatan kepada manusia. Yang pertama "hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu kelak akan mati". Pesan yang pertama ini dilandasi atas kepastian Allah SWT dalam Al Qur'an, bahwa setiap dzat yang bernyawa pasti akan mati. Konteks kalimat "hiduplah sesukamu" maksudnya adalah hiduplah dalam ketaatan. Jangan sampai kenikmatan dunia melalaikan segalanya dan tujuan hidup manusia yang sebenarnya. Dan kematian akan menjemput kita tanpa kita memiliki persiapan untuk hal tersebut. Pesan yang kedua adalah "cintailah sesuatu sepuasmu, karena sesungguhnya kau kelak akan tetap berpisah dengannya". Hakikat dari pesan yang kedua ini juga adalah bentuk peringatan. Kadang manusia yang lalai akan hakikatnya sebagai seorang hamba, cenderung akan terlalu mencintai dunia. Ia lupa pada siapa yang berhak untuk dicintai yakni Allah SWT. Jika kita terlalu mencintai ciptaan - Nya maka kita akan berpisah darinya. Namun beda jika kita mencintai Allah SWT sebagai Sang Pencipta, kita akan senantiasa bersama Allah SWT selamanya. Pesan ketiga adalah "berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya kelak setiap perbuatanmu ada pertanggungjawabannya". Tentu pesan Malaikat Jibril yang ketiga ini tak jauh dari konteks mengingatkan manusia. Untuk senantiasa berhati hati dalam setiap tindakan dan perbuatan. Karena sesungguhnya apa yang kita lakukan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a'lam. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima TCT Terkini SUATU waktu, Nabi Muhammad Saw. mendapat nasihat dari Malaikat Jibril untuk umatnya. Nasihat itu dapat dijadikan pedoman, karena pesan yang tersirat didalamnya dapat menjadi nasihat sepanjang masa yang pasti dialami oleh umat Nabi. Dari Sahl bin Sa'ad berkata, "Rasulullah Saw. bersabda تَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، "Jibril mendatangiku lalu berkata, 'Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.'" HR ath-Thabarabi dalam al-Mu'jam al-Ausath no 4278, Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921. Hadis ini dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadis ash-Shahihah 2/483 Apa saja nasihatnya? 1. Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati Sebaik-baiknya nasihat adalah kematian. Dari nasihat ini kita tahu kematian merupakan hal yang pasti dan tidak mungkin mahluk dapat terhindar darinya. Jalan hidup merupakan suatu pilihan, menjadi buruk atau baik itu pilihan, menjadi pendosa atau bertakwa itu juga pilihan, pun menjadi hina atau mulia. Apapun dan bagaimanapun jalan hidup yang dipilih, ingatlah bahwa kematian itu pasti. Kematian bukan akhir, tapi awal di mana kita menjalani dunia baru yang sangat berbeda dari kehidupan dunia. 2. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya Manusia ditakdirkan sebagai mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia memiliki hati untuk saling berkasih sayang. Namun sebesar apapun rasa cinta itu, tetaplah perpisahan pada akhirnya. Baik cinta kepada manusia, kepada mahluk lainnya, cinta kakak kepada adik, murid kepada guru, wanita kepada laki-laki, bahkan cinta orangtua kepada anak. Semua akan berpisah pada waktunya. Hanya satu cinta abadi, yaitu cinta kepada Allah Swt. 3. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya Sekecil apapun kebaikanmu, Allah pasti akan membalasnya. Setiap kebaikan atau keburukan, semua akan dipertanggungjawabkan dan dibalas oleh Allah, baik langsung maupun tidak. Karenanya perlu diingat, bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia. Semua akan ada perhitungannya. Jadi, alangkah baiknya jika kita merefleksi diri ketika hendak melakukan sesuatu.

pesan malaikat jibril kepada umat akhir zaman